Kadang banyak manusia
yang selalu mengeluhkan bahwa dunia ini tidak adil. Ketika mereka melihat
bagaimana seseorang dapat menikmati hidupnya dengan selalu ditemani dengan
mobil mewah, barang-barang mahal, wajah rupawan, otak yang cerdas, posisi
jabatan yang tinggi, dan hubungan sosial yang luas. Ya, sebagian orang
mengatakan hal itu sebagai suatu kesempurnaan dan hampir semua manusia pun
ingin mendapatkannya. Tapi sebenarnya apakah sebagian orang yang berada dalam
kenikmatan tersebut telah mengatakan bahwa mereka bahagia? Saya rasa belum.
Mereka akan selalu
dihinggapi dengan kecemasan dan ketakutan. Ketakutan akan waktu yang suatu saat
akan tiba untuk mengambil seluruh kenikmatan yang telah mereka miliki. Keadaan
dimana tak ada lagi mobil mewah, barang-barang mahal, posisi jabatan yang
tinggi, serta tak ada lagi teman yang datang menemui meski sekedar untuk
mengatakan “Apakah kau baik-baik saja?” Lalu jika sang waktu telah datang untuk
merebut kenikmatan itu semua, apakah masih banyak manusia yang tetap
menginginkannya?
Kebahagiaan dan
kenikmatan bukanlah dinilai dari seberapa banyak harta yang kita miliki,
seberapa tinggi jabatan yang sedang kita duduki, dan seberapa banyak teman yang
selalu ada ketika kita bahagia. Kebahagiaan itu sederhana. Kebahagiaan adalah:
1.
Ketika
kita masih bisa terbangun dari tidur.
2.
Ketika
kita masih bisa menghirup udara di dunia ini.
3.
Ketika
kita masih bisa bersujud dan mengucap Alhamdulillah.
4.
Ketika
kita masih bisa menggunakan seluruh anggota tubuh kita.
5.
Ketika
kita masih bisa melihat kedua orangtua kita tersenyum atau bahkan sedang
memarahi kita.
6.
Ketika
kita hanya memiliki 2 orang teman yang selalu ingin tahu mengapa kita menangis.
7.
Ketika
kita masih bisa memberi 500 rupiah untuk anak-anak kecil yang menyanyi dengan
suara sumbangnya.
8.
Ketika
kita bisa membuat orang tertawa.
9.
Ketika
kita bisa mencintai dan dicintai.
10.
Ketika
kita mampu membedakan mana yang baik dan buruk.
Dari beberapa arti kebahagiaan di atas,
saya yakin bahwa anda telah memiliki itu semua. Maka, sudah layakkah anda
menjadi manusia yang berbahagia dengan segala kenikmatan yang telah anda
miliki?
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar