Hanya rasa dimana ku bisa tersenyum, tertawa bahkan sesekali tersadar dari pandangan kosong saat ku tatap matamu.
Kerinduan yang tak pernah ku undang namun slalu hadir di kala tak ada namamu tampil di layar telepon genggam ini.
Raut wajahku yang seketika berubah ketika perlahan tanpa sadar kau ucap namanya,
sosok seorang yang kau yakini sebagai masa depanmu nanti.
Tak mudahnya ku tutupi itu semua dengan raut kebahagiaanku
ketika sesungguhnya ku dengar kau yang ku harapkan menjadi masa depanku harus menyebut nama seseorang dan itu bukan aku.
Tak ada yang bisa disalahkan terkecuali diriku.
Diriku yang menempatkan secerca harapan kepada sesuatu yang tak mungkin,
bahkan tak akan pernah mungkin.
Terimakasih.
Karena dirimu, aku sempat memiliki suatu pengharapan dan impian.
Impian yang terpatahkan akan impian besarmu bersamanya.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar